Semarang, 20 Agustus 2025 — Sejumlah petani mentimun di wilayah Jawa Tengah mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi penyakit pada tanaman mereka. Inovasi ini dilakukan dengan menggunakan kamera ponsel yang terhubung ke aplikasi berbasis machine learning sehingga kondisi daun, akar, dan buah mentimun dapat dianalisis secara otomatis.
Menurut data Dinas Pertanian setempat, penyakit seperti embun tepung dan bercak daun sering menyerang mentimun, menyebabkan penurunan hasil panen hingga 30 persen. Dengan adanya sistem deteksi berbasis AI, petani kini dapat mengetahui kondisi tanaman lebih cepat sehingga langkah pencegahan dan pengobatan bisa segera dilakukan.
Salah satu petani, Suyanto (45), mengaku sangat terbantu dengan teknologi ini. “Biasanya kami baru sadar ada penyakit setelah daun rusak parah. Sekarang cukup foto saja, aplikasinya memberi tahu jenis penyakit dan cara penanganannya,” ujarnya.
Para peneliti dari universitas lokal yang mengembangkan sistem ini menjelaskan bahwa teknologi tersebut menggunakan model YOLOv8, sebuah metode deep learning yang mampu mengenali objek secara real-time. Dengan tambahan teknik preprocessing dan augmentasi, akurasi deteksi penyakit mentimun meningkat signifikan.
Diharapkan, adopsi teknologi ini tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian mentimun, tetapi juga menjadi contoh penerapan AI di sektor pertanian Indonesia secara lebih luas.